MEMBENTUK KARAKTER PRIBADI JIWA BELAJAR
|
Oleh: EF.AMIN ELFIBYAN
Nama pena: Fathol Amin
Mahasiswa STI Alkarimiyyah
Beraji Gapura Sumenep
Asal:
Kangean
Sekarang masih mondok
di PP Alkarimyyah Beraji
Gapura Sumenep
|
Seorang pelajar seharusnya
memiliki jiwa belajar yang dapat diandalkan kapanpun dan dimanapun, dan harus tahan
banting terhadap dunia baru yang mengusiknya, takkan ada seseorang yang mampu mendapatkan
ilmu dalam proses belajar jika ia tak memiliki jiwa belajar, yang akan mengantarkannya
kepintu gerbang pembelajaran untuk mendapatkan ilmu, seseorang dalam belajar akan
bisa menemukan nikmatnya menuntut ilmu kalau dia telah menumbuh kembangkan jiwa
belajar yang ia miliki, semua orang memiliki jiwa belajar namun tak semua orang
juga bisa mudah mendapatkan ilmu, karena tak semua orang mampu membuka dan memanfaatkan jiwa belajar
yang telah menyatu dalam diri insan mulai sejak lahir.
Filsafat
beberapa abad yang lalu memaparkan bahwa metode belajar yang efektif
dan efesien sebagai berikut;
1).Ontology: belajar apa? Disini seorang pelajar akan mulai
berkenalan dengan ilmu yang akan dipelajarinya ketika ia mampu mengenal ilmu
yang akan dipelajarinya ia akan mudah untuk berbaur dengan ilmu tersebut, dan tak
akan merasa kaku lagi dalam beradaptasi terhadap ungkapan-ungkapan yang telah dikenalnya.
2).Epistemology
:bagaimana cara belajarnya? Setelah kita mengenal ilmu yang akan kita pelajari itu
maka kita akan tertuntut untuk berfikir bagaimana cara mendapatkannya? Dengan apa
ilmu itu bisa di dapat? Disini fikiran kita mulai terangsang untuk mendapatkan ilmu
tersebut maka sebelum bertindak maka akan muncul perkataan didalam dasar jiwa kita
yang tak ada orang lain mendengarnya kecuali diri kita sendiri, yaitu: untuk apa
ilmu ini? Sehingga hadirlah filosofi yang ketiga yaitu:
3).Aksiologi:
baru setelah kita memikirkannya secara jernih tentang apa yang ingin kita pelajari
dan bagaimana cara mempelajarinya timbullah tujuan ilmu itu dipelajari,
sehingga kita tidak akan separu-separuh untuk mempelajarinya.
Membentuk
pribadi jiwa belajar sangat urgen sekali dalam menggali ilmu, karena ilmu hanya
akan didapat dengan belajar, nah mengapa saya katakan bahwa membentuk pribadi jiwa
belajar sangatlah urgen? Sekalipun tadi
di atas telah saya paparkan bahwa jiwa belajar insan itu telah ada dalam diri manusia
sejak ia terlahir kedunia, namun tinggal bagaimana manusia itu sendiri menumbuh
kembangkan jiwa belajar itu. Jadi perlu saya gagas bagaimana membentuk pribadi jiwa
belajar, agar menjadi jiwa belajar yang benar-benar jiwa belajar yang tangguh tahan
banting. Tapi sebelum melangkah lebih jauh saya akan memasuki pembahasan gerbang
ini bagaimana membentuk pribadi, kepribadian itu adalah sebuah penentu keberhasilan,
dari bilik tabir yang jauh sekali biasanya kepribadian itu memberikan sebuah ukiran
yang mendasar tentang sebuah perbuatan. Psikologi beberapa abad yang lalu telah
membahas tentang psikologi kepribadian yang isinya tentang macam-macam kepribadian
manusia, kepribadian merupakan sesuatu yang mendasar yang dimiliki seseorang
yang tidak akan sama dengan orang lain. seseorang kalau sudah memiliki kepribadian ia takkan
mudah terombang-ambing oleh badai yang ia temui di dalam perjalanan hidupnya, karena
kepribadian ini biasanya terlahir karena adanya ide-ide baru dalam benaknya
yang selalu digagas sehingga menimbulkan perbuatan dan perbuatan akan melahirkan
kebiasaan, nah ketika kebiasaan ini mendalam maka akan muncullah yang namanya kepribadian
yang mumpuni melalui jalan ide awal digagasnya. Biasanya karakter itu ditentukan
oleh dua factor: 1. factor internal (dalam) yaitu factor pembawaan yang biasa dikenal
hereditas didalam psikologi, dan 2. factor eksternal (luar) yang dibentuk oleh
factor lingkungan, baik ligkungan sekolah masyarakat maupun keluarga,
lingkungan memang mampu mengubah segala aspek baik yang terencana maupun tidak oleh
karena itu kita harus memiliki kepribadian yang tangguh yang tak akan pernah dihalulantahkan
oleh lingkungan sekitar sekiranya kita bisa memfilter hal-hal yang ditawarkan oleh
lingkungan yang kita tempati.
Kemudian
saya terinsipirasi dengan teori-teori belajar yang ada dalam kitab”Ta’limul
mutaallim” tidak perlu jauh melangkah Ta’limul mutaallim mengajarkan
kepribadian yang tangguh kokoh dan berkarakter, sehingga saya akan mengakhiri
tulisan ini dengan mengutip salah satu isi Ta’limul mutaallim” belajarlah karena sesungguhnya ilmu akan
menghiasi pemiliknya, dan menjadi keutamaan serta menolong pemiliknya untuk
melakukan sesuatu yang terpuji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar