Senin, 10 Februari 2014

karya ilkiah


MEMBENTUK KARAKTER PRIBADI JIWA BELAJAR
Oleh: EF.AMIN ELFIBYAN
Nama pena: Fathol Amin
Mahasiswa STI Alkarimiyyah
Beraji Gapura Sumenep
Asal: Kangean
Sekarang masih mondok
di PP  Alkarimyyah Beraji Gapura Sumenep

            Seorang pelajar seharusnya memiliki jiwa belajar yang dapat diandalkan kapanpun dan dimanapun, dan harus tahan banting terhadap dunia baru yang mengusiknya, takkan ada seseorang yang mampu mendapatkan ilmu dalam proses belajar jika ia tak memiliki jiwa belajar, yang akan mengantarkannya kepintu gerbang pembelajaran untuk mendapatkan ilmu, seseorang dalam belajar akan bisa menemukan nikmatnya menuntut ilmu kalau dia telah menumbuh kembangkan jiwa belajar yang ia miliki, semua orang memiliki jiwa belajar namun tak semua orang juga bisa mudah mendapatkan ilmu, karena tak semua orang  mampu membuka dan memanfaatkan jiwa belajar yang telah menyatu dalam diri insan mulai sejak lahir.
Filsafat beberapa abad yang lalu memaparkan bahwa metode belajar yang efektif dan efesien sebagai berikut;
1).Ontology:  belajar apa? Disini seorang pelajar akan mulai berkenalan dengan ilmu yang akan dipelajarinya ketika ia mampu mengenal ilmu yang akan dipelajarinya ia akan mudah untuk berbaur dengan ilmu tersebut, dan tak akan merasa kaku lagi dalam beradaptasi terhadap ungkapan-ungkapan yang telah dikenalnya.
2).Epistemology :bagaimana cara belajarnya? Setelah kita mengenal ilmu yang akan kita pelajari itu maka kita akan tertuntut untuk berfikir bagaimana cara mendapatkannya? Dengan apa ilmu itu bisa di dapat? Disini fikiran kita mulai terangsang untuk mendapatkan ilmu tersebut maka sebelum bertindak maka akan muncul perkataan didalam dasar jiwa kita yang tak ada orang lain mendengarnya kecuali diri kita sendiri, yaitu: untuk apa ilmu ini? Sehingga hadirlah filosofi yang  ketiga yaitu:
3).Aksiologi: baru setelah kita memikirkannya secara jernih tentang apa yang ingin kita pelajari dan bagaimana cara mempelajarinya timbullah tujuan ilmu itu dipelajari, sehingga kita tidak akan separu-separuh untuk mempelajarinya.
Membentuk pribadi jiwa belajar sangat urgen sekali dalam menggali ilmu, karena ilmu hanya akan didapat dengan belajar, nah mengapa saya katakan bahwa membentuk pribadi jiwa belajar sangatlah urgen?  Sekalipun tadi di atas telah saya paparkan bahwa jiwa belajar insan itu telah ada dalam diri manusia sejak ia terlahir kedunia, namun tinggal bagaimana manusia itu sendiri menumbuh kembangkan jiwa belajar itu. Jadi perlu saya gagas bagaimana membentuk pribadi jiwa belajar, agar menjadi jiwa belajar yang benar-benar jiwa belajar yang tangguh tahan banting. Tapi sebelum melangkah lebih jauh saya akan memasuki pembahasan gerbang ini bagaimana membentuk pribadi, kepribadian itu adalah sebuah penentu keberhasilan, dari bilik tabir yang jauh sekali biasanya kepribadian itu memberikan sebuah ukiran yang mendasar tentang sebuah perbuatan. Psikologi beberapa abad yang lalu telah membahas tentang psikologi kepribadian yang isinya tentang macam-macam kepribadian manusia, kepribadian merupakan sesuatu yang mendasar yang dimiliki seseorang yang tidak akan sama dengan orang lain.  seseorang kalau sudah memiliki kepribadian ia takkan mudah terombang-ambing oleh badai yang ia temui di dalam perjalanan hidupnya, karena kepribadian ini biasanya terlahir karena adanya ide-ide baru dalam benaknya yang selalu digagas sehingga menimbulkan perbuatan dan perbuatan akan melahirkan kebiasaan, nah ketika kebiasaan ini mendalam maka akan muncullah yang namanya kepribadian yang mumpuni melalui jalan ide awal digagasnya. Biasanya karakter itu ditentukan oleh dua factor: 1. factor internal (dalam) yaitu factor pembawaan yang biasa dikenal hereditas didalam psikologi, dan 2. factor eksternal (luar) yang dibentuk oleh factor lingkungan, baik ligkungan sekolah masyarakat maupun keluarga, lingkungan memang mampu mengubah segala aspek baik yang terencana maupun tidak oleh karena itu kita harus memiliki kepribadian yang tangguh yang tak akan pernah dihalulantahkan oleh lingkungan sekitar sekiranya kita bisa memfilter hal-hal yang ditawarkan oleh lingkungan yang kita tempati.
Kemudian saya terinsipirasi dengan teori-teori belajar yang ada dalam kitab”Ta’limul mutaallim” tidak perlu jauh melangkah Ta’limul mutaallim mengajarkan kepribadian yang tangguh kokoh dan berkarakter, sehingga saya akan mengakhiri tulisan ini dengan mengutip salah satu isi Ta’limul mutaallim” belajarlah karena sesungguhnya ilmu akan menghiasi pemiliknya, dan menjadi keutamaan serta menolong pemiliknya untuk melakukan sesuatu yang terpuji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar