Jumat, 07 Maret 2014

cerpen



Ramadhanku
Ramadahan tinggal hitungan jari lagi kan segera selesai bulan barokah kan segera berlalu dengan iringan  takdir kemenangan sayup-sayup takbir akan memecah langit memulangkan keagungan ramadhan ,keagungan yang akan selalu di rindu sepanjang  tahun di saat fajar puasa di mulai menahan makan, menahan nafsu dan amarah mencari ridho ilahi berlomba-lomba memperbanyak  ibadah karena semua tahu di bulan ramadhan pahala berlipat-lipat  dan ampunan di bentangkan, ketika mentari mulai senja rasa senang membuncah sebab lapar sehari akan segera terhapuskan dalam waktu sekejap itulah keindahan dan kebahagiaan yang selalu aku rindukan di bulan ramadhan,kebahagiaan yang tak hanya aku yang merasakan karena kebahagiaan ramadhan sejatinya  telah di janjikan tuhan, tuhan telah berjanji lewat sabda nabinya yang mulia bahwa bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan ketika berbuka dan ketika berjumpa tuhannnya di akhirat kelak.
Rasa rinduku pada bulan ramadhan semakin  terasa ketilka aku mendapati alqur’anku yang berdebu karena jarang di sentuh padahal ketika bulan ramadhan alqur’an begitu akrab di mataku, di lidahku dan di hatiku, ya tuhan apa hanya sebatas ini keimananku  iman yang hanya musiman yang serasa begitu cepat berlalu, iman yang hanya momentum di saat segala pahala di lipat gandakan, aku merasa diriku,imanku dan penghambaanku hanya semata-mata ingin mendapat balasan dari tuhan bukan karena keihklasan bukan karena cinta yang tulus juga bukan karena aku memang sudah selayaknya mengabdi beribadah dan memasrahkan segala hidup dan matiku  sebagaimana telah aku ikrarkan dalam setiap sembahyangku.
Menjalankan puasa di pesantren memberiku nuansa yang baru, di pesantren aku belajar kemandirian serta belajar bersahabat pada mulanya aku canggung dan was was pada yang akan aku alami saat menjalankan puasa di pesantren karena itulah aku bertanya tanya pada temanku tentang segala hal yang harus aku persiapkan mulai dari perlengkapan makan dan kebiasaan yanng biasanya selalu di lakukan saat menyambut buka puasa dan persiapan makan sahur, hemm ! aku merasa lucu pada diriku sendiri yang lebih mementingkan persiapan makan dari pada persiapan untuk menjaring ilmu-ilmu yang akan diberikan di pesantren yang biasanya ketika bulan puasa akan lebih di perbanyak kegiatan mengkaji keilmuan islam.
Hari ketiga di bulan ramadhan saatnya aku dan seluruh santri untuk kembali ke pesantren setelah lima hari liburan untuk menyambut  permulaan ramadhan yang biasanya di desaku di mulai dengan mendatangi pusara auliya yang suci dan kerabat,orang tua,serta guru yang telah berpulang ke rahmatullah  juga kebiasaan di desaku ketika menyambut  awal ramadhan aku dan seluruh masyarakat umumnya membuat rupa-rupa ketupat yang aku anggap penuh dengan muatan filosofis dan tradisi turun temurun yang telah membudaya sebab sekian tahun aku di pesantren aku tidak menemukan satupun dalil ataupun anjuran untuk membuat ketupat di awal ramadhan. Seluruh persiapan untuk menjalankan puasa di pesantren telah aku rampungkan dari termos es,gula dan cangkir untuk berbuka puasa semuanya lengkap tinggal perasaanku saja yang gamang dengan nuansa berbuka di pesantren,maklum saja karena itulah kali pertama aku akan berlepas diri dari layanan orang tuaku di rumah saat berbuka dan bersahur.
Di sore yang keemasan mentari masih sigap menyinari aku menetap lekat rumahku mencium tangan ibuku sekaligus berpamitan bahwa aku akan segera berangkat ke pondok, dengan iringan do’a orang tua aku berangkat ke pesantren jalanan panjang aku labuhi dengan perasaan yang tak menentu bayang-bayang kemelaratan bersatu padu di dadaku aku takut,aku was-was jangan- jangan aku tidak siap untuk berpuasa di pondok namun dengan segenap ragaku yang ingin mencari ilmu dan menaati perintah guruku aku tetap akan berpuasa di pesantren aku sedikit menghibur diriku dengan cerita-cerita indah dari teman-temanku dan keasyikan-keasyikan ketika menyambut buka puasa seperti patungan membeli es sampai suasana senyap saat berbuka puasa sebab semua santri larut dalam sajian buka puasanya masing-masing dan tentu saja saling tukar menukar makanan indah-seindah indahnya. Menjelang buka puasa hampir seluruh santri pondokku telah tiba mereka umumnya kembali ke pondok dengan bekal yang segepok tentu saja sebagai persiapan setengah bulan di pesantren, lalu lalang temanku sedikit mencairkan rasa risau di benakku sebab aku merasa aku takkan berjuang sendirian di pesantren, sana-sini ku sapa temanku sambil berjabat tangan aku bertanya pada mereka “siap puasa di pondok ? “ siap donk ! sahut temanku mantap, ya meski sedikit terpaksa lanjutnya, ha ha kamii pun tertawa bersama melepas risau.
Akhirnya kabar gembira bagi orang yang berpuasa tiba saat mentari menyapa belahan bumi yang lain melambaikan bulan untuk menggantinya dan suara-suara penyeru saling bersahutan di seantero pesantrenku,seisi pesantrenku larut dalam kebahagiaan karena telah mampu menjalankan perintah tuhan,semuanya termasuk aku menikmati anugerah ilahi yang diberikan pada kami  dalam bentuk makanan,es buah yang membasahi kerongkongan dengan sejuknya menghilangkan haus yang seharian kami kekang dan aneka makanan yang siap mengisi perut, semua itu rasa bahagia pertama yang didapati orang yang berpuasa peluh pun tercucur,tenaga kembali pulih,terima kasih tuhan semoga Engkau menerima ibadah puasa kami amin.
Suka cita buka puasa pertama di pesantren telah di mulai dengan semangat persahabatan dan saling berbagi,cerita-cerita dan curhatpun di mulai dari yang lupa bahwa dirinya berpuasa hingga tanpa sadar minum air,ada yang terlambat makan sahur sehingga hampir tidak kuat berpuasa sampai yang telah berhasil menyelesaikan sepuluh juz dalam waktu tiga hari, subhanallah  !  inilah yang aku rindukan di bulan ramadhan saat semua orang seakan mendapat semangat baru dalam hidupnya dari yang semula malas beribadah tiba-tiba menjadi rakus beribadah dari yang semula suka bergibah pada bulan puasa gibah di minimalkan seminimal mungkin saat seperti itulah syetan serasa di penjara karena setiap manusia ingin memperbaiki dirinya dengan cara meninggalkan segala hal yang mendekati maksiat,semua ingin menabung pahala sebanyak-banyaknya melebur dosa sehabis-habisnya hingga saat lebaran tiba dirinya kembali fitri seperti bayi yang lahir tanpa dosa sedikitpun hingga layaklah berbahagia dengan menyuarakan takbir kemenangan.
Nuansa ramadhan mulai beradaptasi dengan diriku badan yang terasa segar kembali setelah berbuka puasa dan saat itulah rasa malas menghampiriku dan hal tersebut tidak aku alami sendiri rata-rata temanku mengalaminya semua bermalas-malasan sambil ngobrol,ngerumpi dan ada yang sampai terlelap namun acara malas-malasan kami akan segera di akhiri ketika rasa cinta pada ilahi mengabarkan bahwa kami belum shalat maghrib ya shalat maghrib biasa dilakukan  sesudah berbuka olehku dan mayoritas temanku karena kami khususnya aku biasanya tidak akan fokus shalat jika perut belum di isi ini tentu saja berbeda dengan kiaiku dan sebagian santri yang berbuka sekedarnya saja kemudian melaksanakan shalat maghrib mereka dan beliau memang oranng-orang pilihan.
Menyadari diri yang belum shalat kami biasanya langsung menyerbu kamar mandi dengan berkalung handuk handuk dan  menenteng gayung dan pastinya kamar mandi sudah penuh sesak denngan antrian saat itulah obrolan kami berlanjut “kamu merasa nyaman gak berpuasa di sini ? “ tanya seorang temanku padaku yang sedang menghitung antrean “ emm kalau bicara enak ya menurutku ya lebih enak di rumah tentu saja sebab di rumah segala sesuatunya telah di persiapkan namun nuansa seperti ini yang tidak aku dapatkan di rumah,berbuka bersama menyiapkan buka sendiri dan antri mandi” jawabku diplomatis, he he iya juga ya ujar temanku merespon jawabanku.
Kecipak air terdengar di sudut-sudut kamar mandi mencipta irama sendu tentang pengabdian diri dan tanggung jawab diri untuk memelihara keindahan dan kebersihan tubuh yang telah di anugerahkansang maha kuasa, kini tiba giliranku memasuki kamar mandi setelah sekitar sepuluh menit dalam antrian, sementara malam semakin menyelimuti pesantrenku akupun harus bergegas agar mega merah di angkasa tidak hilang pertanda maghrib telah berlalu. Assalmualaikum aku menutup shalat maghrib usai sudah kewajibanku bersujud pada yang esa sementara di sekelilingku puja-puji terlantun dari santri yang tidak mau melewatkan hari-hari ramadhan tanpa ibadah, di pengeras suara mesjid ratibul haddad sedang dikumandangkan denngan suara merdu dan perasaan tulus siapapun yang mendengar akn merasa bersalah karena telah tidak mensyukkuri hidup termasuk aku, hatiku terenyuh mendengar lantunan ratibul haddad sedikit aku memahami arti puja-puji itu dari kepasrahan pada tuhan,mohon ampunan dan keselamlatan dunia akhirat.
Aku berdiri menghampiri tempat mushaf untuk mengambil alquranku yang bersampul putih  aku telah berikrar pada diriku sendiri untuk memperbanyak hatam alquran di bulan ramadhan  aku menargetkan diri minimal hatam tiga kali selama ramadhan itu artinya tiap 24 jam aku harus mengaji tiga juz target yang realistis bagi diriku yang  rada-rada pemalas kenapa aku mengatakan pemalas karena ada sebagian temanku yang dalam waktu 24 jam bisa ngaji 10 juz. Dengan basmalah ku buka mushafku aku langsung di sambut lekukan huruf yang penuh arti dan kental dengan mukjizat, firman ilahi yang takkan lekang dalam sejarah,sebagai ilmu,hidayah dan penuntun kehidupan dunia akhirat, mulutku mulai merangkai huruf ke kata,kata ke kalimat aku terbayang tentang mulianya nabiku yang terpillih menerima wahyu alquran setiap kalimat di alquran seakan memberiku magis tersendiri setiap hurufnya bernilai sepuluh pahala apalagi jika digandakan dengan pahala di bulan ramadhan alquran bagiku di bulan ramadhan aku jadikan ladanng pahala  yang subur untuk mendekatkan diri pada tuhan dan untuk memperoleh hidayah alquran agar jiwaku tentram hatiku lapang dan sebagai sedikit hadiah untuk orang tuaku yang telah berjasa membimbingku sejak kecil hingga kini.dalam samudera alquran aku larut lembar perlembar telah aku jelajahi sejarah yang berkisah memberiku pelajaran berarti dasar kebijaksanaan terpapar indah membimbing manusia dengan jelas pada jalan tuhan yang kan berbalas kebahagiaan, sementara adzan isya’ berkumandang ku mengahiri bacaan alquranku kucium kalam Allah yang suci mata masih mengerjap-ngerjap menenangkan diri setelah beberapa menit merangkai huruf alquran, adzan selesai shalawatpun dikumandangkan dengan merdu memanggil para santri dan orang-oran yang ingin menjalankan shalat tarawih aku melangkahkan diri untuk menaruh alquranku ditempatnya semula “shalat tarawih bareng syaihuna yuk..!” dimana..? jawabku spontan pada teman di sampingku tempat aku menaruh alquran “ya di ruang tamu” tapi kalau tarawih bareng syaihuna lama karena beliau tiap salam membaca selembar alquran gimana kamu siap..? ujar temanku menjelaskan,sambil sedikit merenungg ku iyakan saja ajakannya sebab ini kesempatan bagiku untuk bertarawih dengan cara yang luar biasa apalagi langsung diimami kiai junjungan kami di pesantren, ya ayo berangkat ajak temanku lagi yang sudah rapi dengan sorban dan sajadahnya kami pun langsung menuju ruang tamu tempat tarawih syaihuna yang memang sengaja berpisah dengan mesjid hikmahnya tentu saja bagi yang ingin bertarawih dengan waktu yang biasa saja bisa memilih berjemaah di mesjid sedang bagi yang ingin menghatamkan sejuz tiap malam bisa bermakmum pada syaihuna pilihan yang bijak menurutku, sampai di ruang tamu shalawat telah terlantun dari temanku yang lain dan para guru akupun memasuki ruang tamu dengan perasaan yang tak bisa aku bahasakan rasa tentram,haru dan bangga menjadi satu apalagi saat shalat tarawih dimulai lantunan alquran dari kiaiku mengalun merdu memberi kabar gembira dan sedih tak dinyana hatiku tergetar.
Shalat tarawih bareng syaihuna mengajarkanku tentang hal yang dari dulu ku anggap biasa-biasa saja,biasanya tarawih yang aku jalankan tak ubahnya arena kebut-kebutan antar mushalla satu dengan yang lainnya hingga siapa yang selesai duluan itulah pemenangnya kini aku menyadari bahwa esensi ibadah bukanlah siapa yang tercepat dan siapa yang terbanyak melainkan kebagusan ibadah itu sendiri dan seberapa benar rukun dan syarat itu dilaksanakan alhamdulillah aku sadar rasa syukurku bertambah ketika selesai tarawih kami bisa mencium tangan syaihuna dan mendapat jajanan yang disedekahkan oleh keluarga besar pesantrenku, sambil melangkah keluar halaman ruang tamu kami saling lirik makanan masing-masing satu lirikan seakan mengomando kami untuk memakannya ”enak ya” kataku pada seorang temanku yang sedang asyk mengunyah serta merta ia langsung menghentikan kunyahannya dan berucap dengan nada meyakinkan “banget” kami pun tersenyum puas sambil melangkah melepas lelah. Sementara di langit bulan sabit makin nampak terang sebagai tanda bulan ramadhan telah memasuki malam keempat tiga hari ramadhan telah berlalu mencipta beberapa kisah dan di mesjid pesantren para santri sedang melaksanakan tadarus alquran sebagai kegiatan dan ibadah tambahan untuk mengisi ramadhan dengan seabrek ibadah, lantunan kalam suci menjadi mercusuar bagi diri yang tersesat dengan rupa-rupa dosa rasa angkuh dan serakah, lantunan alquran itu akan terus akan terus terdengar hingga saat makan sahur tiba dan dilantunkan oleh segenap santri yang terus mengais tiap pahala satu persatu huruf alquran seraya berharap keagungan cinta sang maha kuasa menyelimuti hati agar tetap istiqomah di jalan lurus agama Allah.
Malam yang semakin larut mulai menyelimuti pesantrenku sementara aku masih menerka-nerka tentang segala hal yang harus aku jalani di pesantren perasaan belum betah di pondok sehabis liburan semakin membuatku was-was aku jadi teringat kerumah pada keluargaku yang mungkin saat itu juga mengingatku ku lihat ke sekelilingku mulai sepi teman-temanku sudah banyak yang tertidur melepas lelah fisik dan mental di awal-awal bulan puasa namun kumandang kumandang alquran masih terus terdengar dipengeras suara mesjid tanda bahwa sebagian santri masih melakukan tadarus alquran,keindahan alquran coba ku jadikan pengantar tidurku agar rasa was-was menjalankan puasa di pesantren sedikit reda, dan lantunan alquran yang ku dengar seakan riuh rendah tanda bahwa bahwa diriku akan segera tertidur dan beberapa saat kemudian aku benar-benar tertidur juga melepas letih beradaptasi dengan bulan puasa yang penuh berkah.
Ku buka mata ketika sayup-sayup tarhim terlantun dipengeras suara mesjid tak terasa tidur telah mengantarku pada kegiatan lain yang mesti ada disetiap ramdhan,kegiatan pondok begitu ramai dengan persiapan makan sahur pada jam tiga dini hari para santri mengambil bekalnya yang tersisa dari rumahnya masing-masing rasa kantuk masih tergaris di wajah mereka dan rasa tak biasa makan pada dini hari membuat mulut serasa sulit untuk menelan makanan akupun merasakan itu namun demi niatan beribadah dan supaya kuat berpuasa akupun berusaha makan sebaik-baiknya selesai makan sahur kegiatan kami bershalat tahajut mendekatkan diri pada tuhan rasa ngantuk yang berlanjut setelah makan sekuat mungkin kami lawan dan demi menghilangkan rasa kantukku aku kembali mengambil mushaf putihku untuk kembali membaca alquran hal itu nyaris serentak di lakukan temanku yang lain sebab kami sadar rasa ngantuk akan sedikit reda ketika mata di ajak membaca kalam tuhan yang menyejukkan hati.
Fajar putih menyapa bumi saat cinta masih terikat dalam lantunan ayat suci kini fajar hari keempat bulan ramadhan telah tiba saatnya bagi hamba yang beriman untuk berpuasa menyucikan diri dari segala yang tercela aku memohon pada yang kuasa agar di beri inayahnya agar kuat berpuasa adzan subuhpun berkumandang sayup-sayup mulai mengalun di seantero pesantrenku jema’ah shalat subuhpun mulai berdatangan berbaur dengan para santri yang telah rapi dengan baju putihnya saat iqomah didendangkan aku mendapati diriku yang resah resah karena aku akan mendapati hari yang telah rapi dengan jadwal harian selama bulan puasa,Allahu akbar semoga aku mendapat ketenangan dengan shalat subuh yang kami ibadahkan selesai shalat subuh berjema’ah dzikir tahmid dikumandangkan istighfar memohon ampunan seraya menyucikan diri dengan mengingat tuhan yang maha esa munajat cinta kami tutup dengan pembacaan alfatihah semoga do’a yang telah terhaturkan mendapat ijabah dari Allah SWT.kanan kiri aku bersalaman pada teman di sampingku sambil tersenyum aku bertanya “setelah ini kegiatannya apa..?” temanku yang lebih senior menjawab “biasanya kuliah subuh yang disampaikan oleh pengasuh” lama ya..? tanyaku penasaran “tidak paling sepuluh menit” owh... aku mengangguk sementara teman-temanku dan para jemaah shalat subuh mulai melantunkan hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikmannashir tanda sudah siap menerima kuliah subuh syaihuna pun membuka kuliah subuh dengan pembacaan basmalah dan serba-serbi keagungan ramadhan mulai diterangkan terutama pembagian tiga puluh hari menjadi tiga bagian, bagian yang pertama rahmah sepuluh hari kedua maghfiroh dan sepuluh hari yang terakhir pembebasan dari siksa neraka semoga kami bisa memaksimalkan keutamaan ramadhan sehingga di hari lebaran benar-benar menjadi fitri tanpa dosa amin.
Mentari kian benderang menyapa alam setelah kuliah subuh para santripun kebanyakan melanjutkan istirahatnya di setiap sisi mesjid semua bergelimpangan lengkap dengan pakaian yang di kenakan ketika shalat subuh buat yang baru mondok suasana tersebut masih aneh sehingga lebih memilih mengobrol dan mendatangi tempat jadwal di letakkan di sana jelaslah sudah bahwa kajian kitab di mulai pada jam delapan pagi sampai jam sebelas siang dhuhur berjema’ah bersama syaihuna di lanjutkan kajian kitab sampai jam tiga sore aku tertegun melihat jadwal itu jadwal yang begitu padat untuk kami yang berpuasa namun disitulah hikmahnya berpuasa di pesantren aku yang biasanya ketika belum nyantri kegiatannya lebih banyak bermain kini semuanya berusaha dirubah menjadi lebih baik aku jadi teringat dengan kata mutiara yang di sampaikan fitagoras “orang yang memiliki semangat ia akan mencintai apapun yang ada di hadapannya“ dengan kata-kata itu aku berusaha menyemangatkan diri semangat untuk mengisi lembaran ramadhan dengan kegiatan ibadah agar bermakna bulan yang selalu ku rindu dan dirindukan seluruh umat islam.
Setengah delapan geliat santri mulai nampak ada yang bangun dengan sendirinya dan ada yang mesti di bangunkan pengurus muka yang masih beraut kantuk masih nampak jelas dan itu akan luntur setelah guyuran air membasahi badan di pagi hari, tak seperti biasanya hari-hariku pun mesti di rubah kalau di rumah dulu menjelang dhuhur aku baru mandi tapi kini di pesantren tercintaku aku harus mandi di pagi hari agar segar badan ini demi mengkaji keillmuan islam sebagai ibadah dan bekal menjalani kehidupan, jam delan pagi kajian di mulai kami pun mendatangi tiingkatan kami masing-masing sebab kajian di pagi hari di bimbing oleh ustadz sesuai dengan tingkatannya masing-masing dan setelah dhuhur barulah kajian kitab secara umum oleh para santri yang di bimbing langsung oleh pengasuh pondok pesantren.
Hari demi hari terus berjalan setengah bulan kami menjalankan puasa di pesantren suka duka telah aku rasakan manisnya ibadahpun semakin terasa tak sia-sia perjuanganku mlelawan resah menghadapi hari-hari di pesantren sebab aku menjadi semakin tahu arti ramadhan yang sesungguhnya ramadhan dan puasanya bukan menjadi alasan bermalas-malasan melainkan sesbagai sarana  latihan bagaimana menjadi orang lapar hingga peka terhadap mereka yang serba kekurangan dan bagaimana menjaga hawa nafsu agar tidak selalu menggiring manusia pada kemaksiatan terima kasih kiaiku perantara andalah kami belajar sabar menjalani kehidupan,belajar beribadah pada yang kuasa dan belajar ilmu sebagai pelita diri terima kasih para guru dan ustadzku perantara andalah kami mampu menterjemahkan ajaran agama dalam menjalani kehidupan yang pasang surut juga terima kasih bagi seluruh sahabatku di pesantren karena sahabatlah aku tidak menjadi orang asing di pesantren dan karena sahabat pula aku bisa terbantu dalam setiap kebutuhan serta sebagai mitra dan pemotivasi di saat mendapati diri mulai resah dan putus asa.
Di malam tujuh belas ramadhan yang bertepatan dengan nuzulul quran diadakanlah acara peringatan tersebut dengan berbukak bersama suka cita nampak jelas di wajah kami karena keesokan harinya liburan panjang akn menghampiri kami syukuranpun di gelar oleh pengasuh untuk menyelamati tadarusan kami yang telah khatam tiga kali dalam peringatan itu disampaikanlah pesan-pesan menjelang liburan syaihuna selalu berpesan “jagalah ahklak kalian anakku sebab ahklak itu menjadi barometer keilmuan kalian” engki...! kami pun mengiyakan. Mentari ramadhan ke tujuh belas mayoritas santri termasuk aku berpamitan pada pengasuh pamit untuk pulang ke rumah sementara untuk menghabiskan sisa ramadhan dan berlebaran di rumah satu persatu kami menciumi tangan pengasuh sebagai bakti yang yang terdalam,setelah itu kami pun melambaikan tangan pada pondok untuk meninggalkannya sementara tak terasa hatiku tergetar rumah kembali aku diami di sisa sisa ramadhan aku berusaha menularkan kegiatan yang aku jalani di pondok seperti rajin mengaji dan shalat tahajut targetku khatam alquran tiga kali dan alhamdulillah usahaku berjalan lancar, minggu terakhir di bulan ramadhan ujian mendatangiku tuhan memberiku ujian dengan rasa sakit pada diriku,diriku menjadi lemah dan hampir saja tidak kuat berpuasa rasa sakit itu seakan bertambah tatkala seluruh umat islam bersiap-siap menyambut lebaran dengan beragam kegiatan aku harus terbaring dengan sakitku,hatiku terasa perih tatkala niat menyempurnakan seluruh shalat tarawih di bulan ramadhan gagal sehari menjelang lebaran rasa sakitku belum juga reda aku memohon pada yang kuasa untuk menyembuhkanku secepatnya agar aku bisa merayakan lebaran dalam keadaan sehat lahir batin.
Sore hari di hari terakhir bulan ramadhan di saat umat islam sudah riang gembira dengan lebaran dan baju barunya aku masih terbaring sakit maghrib pun tiba dengan diikuti gema takbir kemenangan semua orang bersuka cita dengan bertakbir di mushalla dan mesjid sampai fajar menyapa saat  hari lebaran tiba aku masih belum sembuh aku menangis di hari lebaran di saat semua umat islam bersiap sholat ied gema takbir yang terlantun mengiringi air mataku yang terus mengalir menatapi baju baruku yang rencananya akan aku kenakan di hari lebaran, ku dekap baju baruku dengan air mata meleleh Allahu akbar semoga aku bisa shalat ied tahun berikutnya.
24 Mei 2013
Tholabdzulhimmah nisawi elmandasy

Kamis, 13 Februari 2014

benarkah valentine seindah namanya ???


budidaya lumut



Cara budidaya lumut dengan mudah
Lumut merupakan jenis tanaman yang paling sering dijumpai pada tempat yang lembab dan paling sering terkena air. Lumut banyak hidup pada sebuah lingkungan yang berair yang ada di permukaan bumi. Lumut dapat hidup di paparan sinar matahari yang cukup.
Manfaat Budidaya Lumut
Lumut juga dapat hidup di air tawar. Lumut banyak digunakan untuk memancing. Selain itu, lumut juga bisa digunakan sebagai bahan panganan. Karena lumut banyak mempunyai manfaat, maka lumut saat ini seringkali menjadi salah satu tanaman yang dibudidayakan.
Cara budidaya lumut yang mudah membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya dan menjadikan lumut sebagai peluang bisnis yang lain. Budidaya tumbuhan lumut ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Terdapat dua macam cara budidaya lumut.
Cara Budidaya Lumut
Cara pertama yaitu dilakukan dengan cara terbuka, dimana tanaman lumut dapat ditanam ditempat terbuka. Menanam lumut ditempat terbuka dan juga ekstensif bisa dilakukan seperti pada perairan air tawar, sebuah danau, kolam atau kanal.
Sedangkan cara kedua yaitu dengan cara tertutup. cara tertutup biasa dilakukan pada naungan kolam, kanal atau bak yang menggunakan media plastik atau mengatur pada suplai nutrisi.
Terdapat cara tertutup lain yaitu dengan cara photobioreactor. Cara ini tebilang jauh lebih efisien karena dikembangkan dengan cara yang terbilang unik, yaitu lumut dikembangkan pada sebuah tangki reaktor dan diberi tambahan energi buatan.
Media Budidaya yang Simple
Teknik budidaya lumut tidak memerlukan banyak media dan bahan. Budidaya lumut terbilang sangat simple. Bagi Anda yang tertarik dengan tanaman ini, Anda dapat membudidayakannya dirumah Anda. Anda hanya menyiapkan beberapa hal simple yang dibutuhkan.
Dalam membudidayakan lumut beberapa hal yang harus Anda siapkan seperti tempat tanam, Anda dapat menggunakan pot dan juga Moss. Selain itu, siapkan juga pasir vulkanik dan campuran tanah, pupuk dan juga humus. Agar mendapat hasil pasir yang baik, sediakam juga ayakan pasir.
Sediakan kuas berukuran sedang dan juga media lumut sebagai media utama. Anda dapat memakai beragam lumut seperti lumut sawah. Pastikan semua hal tersebut terpenuhi.

Cara Menanam Lumut
Pertama-tama Anda dapat sediakan pot yang telah diberi Moss dibagian bawah pot. Pada bagian atas moss, taburi lapisan pasir vulkanik dengan merata. Pastikan semua bagian pot terjangkau. Kemudian, pada bagian atasnya, lapisi dengan campuran tanah tersebut yang sudah dihaluskan menggunakan ayak pasir.
Siram media tersebut dan gunakan sprayer untuk melekatkan lumut. Tanamkan lumut yang telah tersedia pada bagian kontur yang telah Anda buat sebelumnya setelah memberi media tanah. Beri pasir vulkanik pada bagian potongan lumut.
Dengan menggunakan kuas, cocok pasir yang telah ditabur untuk mengisi rongga pada sambungan antar potongan lumut. Semprot dengan menggunakan sprayer pada bagian lumut yang baru ditanam tersebut. Bersihkan tanaman pot dan tempatkan pada tempat lembab yang cukup baik.
Pemeliharaan Lumut
untuk memelihara lumut juga terbilang sangat mudah. Tentu Anda ingin menjaga hasil tanaman Anda dengan baik bukan setelah tanaman lumut tersebut dicabut dari asalnya? Karena kebanyakan setelah lumut dicabut, tanaman akan tersebut mati.
Cara yang paling ampuh ialah dengan membersihkan kotoran dan lumpur pada lumut tersebut. Peras lumut tersebut sampai kering. Urai tanaman tersebut menjadi bagian-bagian kecil lalu bungkus dengan koran atau kertas untuk menjaga kelembabannya. Setelah itu, Anda dapat mencucinya secara berkala.
beberapa waktu yang lalu ada rekan yang memberitahu bahwa beberapa tanaman lumutnya mengalami kekeringan & mati. Mungkin kejadian ini juga pernah dialami oleh yang lainnya. Selama ini berbagai cara menanam lumut di pot telah penulis lakukan, berikut ini akan dibagikan sedikit tips cara menanam lumut, semoga cocok dan bermanfaat bagi yang menginginkan.
Bahan & alat yang dibutuhkan:
1.        Tempat tanam (bisa pot);
2.        Moss;
3.        Pasir vulkanik yang diayak halus;
4.        Campuran tanah, humus & pupuk organik;
5.        Ayakan pasir;
6.        Kuas sedang;
7.        Lumut yang akan ditanam.
Cara:
1.        Tempat tanam (pot) diberi moss dengan rata minimal 1 cm dan tergantung kebutuhan. Moss ditebar di paling dasar dengan tujuan untuk menjaga sediaan air & menjaga kelembaban;
2.        Di atas moss ditaburi lapisan pasir vulkanik secara merata;
3.        Kemudian di atasnya dilapisi dengan media tanam lumut yang berupa campuran tanah, humus & pupuk organik yang sudah dihaluskan;
4.        Bentuk media tanam sesuai kontur yang diinginkan;
5.        Siram media tanam yang telah berkontur dengan air bersih menggunakan sprayer halus secukupnya guna melekatkan lumut yang hendak di tanam;
6.        Tanam lumut dengan cara menempelkannya pada media berkontur TANPA DITEKAN ke atas media sesuai tempat & bentuk yang diinginkan;
7.        Sedikit tekan sisi-sisi luar setiap potongan lumut menggunakan ujung-ujung jari tangan agar lebih menempel pada media tanam;
8.        Taburi sambungan-sambungan antar potongan lumut dengan pasir vulkanik yang telah diayak halus secara merata;
9.        Pasir yang telah ditaburkan kemudian dicocok menggunakan kuas halus ukuran sedang agar lebih mampu mengisi rongga-rongga kosong sambungan maupun ruang antara potongan lumut dengan media;
10.    Semprot lumut yang baru saja ditanam menggunakan sprayer halus secukupnya;
11.    Bersihkan wadah tanam (pot) dari kotoran, tempatkan di posisi yang mampu memberi suhu 16-27 celcius dan kelembaban serta sinar yang cukup;
Lumut yang ditanam dalam pot siap mempesona.

valentine dalam pandangan islam ( kutipan dari internet )

VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)
Menurut pandangan Islam
Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?
 

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)
 

Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

 SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
 

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
 

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
 
PANDANGAN ISLAM 
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
 

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
 

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
 

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”. Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah 'Valentine Day'.
 

1. PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
 

2. SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
 

3. TUJUAN
   Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
 

4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
 

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
 

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
 

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
 

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
 

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Firman Allah s.w.t.: “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
 

Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..