Rabu, 12 Februari 2014

cerpenku



cinta takkan salah
KU lalui cinta dengan kenangan ku akan melangkah dengan prinsip diri bahwa aku tak ingin bercinta sebelum semuanya jelas karena ku tak ingin sakit hati, sambil tersenyum gadis berlesung pipit itu mengamati keindahan tuhan yang ada pada dirinya matanya yang indah yang ia hiasi dengan rasa malu dan takdim dan lesung pipitnya yang menjelma mawar yang bertengger dikedua belah pipinya sambil terus merapikan kerudnngnya sesekali ia mengerling manja pada bayangan dirinya yang ada di cermin cermin yang jujur apa adanya tempat mengoreksi diri untuk lebih baik lagi cernin yang jujur juga menampilkan bayangan jam dinding di belakangnya melihat jam dinding yang hampir lurus dengan bayangan terbaliknya ia menjadi semakin bergegas untuk pergi ke mushalla untuk bersiap menyambut maghr ib angin sore bersemilir mengitari pondoknya mengirim siul angin mengercitkan dahan dahan yang diterpa juga mengibarkan mukena yang di pakai gadis berlesung pipit tersebut dan bulu matanya yang lentik tak luput dari belaian angin sore yang tak ingin ketinggalan menasbihkan cinta pada sosok anggun karya tuhan langkahnya ia iringi dengan do’a semoga semuanya sehat semooga semuanya lancar semoga semuanya bahagia dan semoga semuanya mendapat cinta allah hingga memperoleh hidayahnya amin...
Suara adsan menyeruak dari menara mesjid memanggil hamba allah untuk sejenak menemui kekasihnya melepas rindu dan mengingat kebesarannya mencipta alam semesta,gadis itu menggelar sajadahnya di shaf pertama ia selalu berkomitmen menjadi yanng terdepan apalagi dalam hal ibadah selesai menggelar sajadahnya ia duduk bersimpuh menunggu shalat jamaah di mulai sahabat-sahabatnya mulai memenuhi mushalla dan semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing ada yang berdzikir dan ada yang mrmbaca alquran ia bingung harus melakukan apa antara keinginan berdzikir dan berdo’a hingga kemudian sahabat disampingnya menyapanya dengan senyuman tulus senyuman yang bernilai sedekah sahabatnya itu memberikan alqurannya pada jinan dia seakan mengerti pada gelagat jinan, shalawat mulai didendangkan suara-suara merdu meluluhkan hati menyampaikkan salam rindu pad a baginda rasul yang telah berjasa memijarkan sinar islam ,selesai shalat maghrib jinan beranjak menuju rak alquran untuk mengambil mushaf kesayangannya yanng bersampul ungu mushaf sudah di tangannya ia dekap lembut  matanya yang indah mengerayapi sudut-sudut mushalla mencari sahabatnya untuk bersama sama membaca dan menyimak alquran ia melangkahkan kaki menuju sudut yang ditujunya di situ sahabatnya sudah menunggu dengan lambaian kecil “susah banget mencarimu fit..!” gadis yang bernama fitri menjawab dengan candaan kecil “orang berharga memang sulit di cari jinan..!” keduanya tersenyum akrab memancarkan rona bahagia. “aku duluan yang ngaji ya fit..! kamu menyimak” permintaan jinan diiyakan dengan anggukan fitri kedua sahabat itu mulai larut menyelami samudera alquran yang penuh hikmah kitab abadi yang di anugerahkan Allah untuk rasul terakhirnya kitab yang di baca jutaan manusia dalam satu versi dan satu-satunya kitab yang banyak dihafal ummat manusia, jinan dan fitri kedua sahabat karib yang sama-sama berusaha menghafalkan alquran keduanya ingin menjadi hamba Allah yang membawa panji-panji agama dengan hafalan alqurannya juga ingin memberi pengabdian pada orang tuanya dengan cucuran syafaat alquran,”jinan..! hafalanmu bagus” puji fitri usai menyimak hafalan jinan yang lancar dan fasih “alhamdulillah kalau begitu fit..! tidak sia-sia aku berusaha mati-matian he he “ senyuman jinan yang diikuti lesung pipitnya menyiratkan kebahagiaan pada rona wajahnya fitri yang di senyuminya merasa gemas melihat kecantikan sahabatnya dalam hatinya ia bergumam “ indah sekali perpaduan kecantikan yang di milikimu jinan engkau tidak hanya di anugrahi kecantikan rupa tapi juga hati yang mulia hati yang selalu berkomitmen menjadikan alquran sebagai pedoman” melihat gelagat aneh sahabatnya jinan mengibakkan tangannya di depan mata fitri “hei kok ngelamun fi...!” fitri yang segera tersadar menjadi salah tingkah di hadapan jinan “ngelamunin apa tanya jinan sambil menepuk pundak sahabatnya” tanya jinan dijawab dengan senyuman “ tak ada jinan aku hanya kagum pada kefasihanmu , ya udah sekarang giliranku yach..! oke jawab jinan dengan kerlingan manjanya.
Di saat mata-mata banyak yang terpejam berselimut malam saat itulah waktu yang pas untuk menambah hafalan bagi para hafidzah seperti jinan dan fitri ketika kesunyian malam menina bobokkan mata kedua sahabat itu mulai larut dengan alqurannya berusaha melekatkan kalam suci pada otak manusianya yang selalu berdosa, rasa kantuk yang menghinggapi sekuat mungkin dilawannya demi cinta,cinta yang akan ia banggakan dihadapan tuhannya cinta yang akan ia haturkan pada orang tuanya sebagai sedikit balas budi atas cinta ibu yang takkan mungkin bisa terbalaskan, kesunyian malam menjadi saat-saat terindah bagi para pencinta saat dimana kasih tuhan lebih diulurkan pintu taubat di benntangkan dan kemustajaban do’a di tawarkan tak terasa kristal-kristal air mata bercucuran di mushaf ungunya mata indahnya telah berair mengaliri lesung pipitnya tangannya segera menutup mushafnya agar tidak basah sedangkan air matanya semakin deras mengalir entah apa yang dirasakan gadis berlesung pipit itu ia semakin mengalirkan air matanya didepan sajadahnya bersimpuh dan sesegukan seakan-akan ada beban berat yang harus dihadapinya malam sunyi seakan ia labuhi dengan perasaan yang entah didirinya kini tak ada pilihan lain kecuali menangis, sedangkan fitri yang mengambil posisi  agak jauh telinganya mendengar suara sesegukan jinan beberapa kali ia menoleh memastikan apa yang ia dengar dan ketika tangisan itu terus menjadi-jadi naluriahnya segera menyuruh untuk menghampirinya takut-takut ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya.usapan lembut yang datang meyapanya membuat jinan semakin menangis fitri tidak tega melihat buliran air mata sahabatnya serta merta ia memeluknya mengusap punggungnya dan berusaha menguatkannya dengan kata-kata sabar hanya kata-kata itu yang ia punyai sebab dibenaknya ia masih belum paham tentang apa yang membuat sahabatnya menangis, “jinan...! ada apa denganmu ? jika ada masalah tolong diceritakan “ ucap fitri seraya mengusap air mata sahabatnya ‘”kamu sakit.? Jina hanya menggelengkan kepalanya, terus kenapa donk ? kangen pada orang tuanya ya ? jinan kembali menggeleng, “ fit..! ucapnya dengan suara parau aku tidak sanggup, tidak sanggup kenapa jinan..! tanya fitri penasaran, aku tidak sanggup melanjutkan hafalanku aku merasa terlalu sulit untuk melekatkan alquran di kepalaku dan aku merasa alquran ini terlalu mulya untukku yang serba berdosa, aku, aku, sssttttt fitri meletakkan telunjuknya di mulut jinan  sambil kembali memeluknya dia berkata “ jangan bicara seperti itu sahabatku di dunia ini tidak ada yang mudah namun juga tida ada  hal yang tidak mungkin di hadapan tuhan  ingat jinan di balik kesulitan itu ada kemudahan mungkin tuhan saat ini sedang mengujimu untuk melatih kesabaranmu,kalau bicara dosa itu sudah kodrat manusia untuk melakukannya bukankah kasih sayang tuhan mendahului siksanya..! asal mau bertaubat tuhan akan mengampuni dan bagi yang bertaubat seperti tidak ada dosa baginya sabar ya..! kita berusaha bersama-sama ya.jinan tersenyum kecut mendengar nasehat sahabatnya baginya fitri adalah motivator yang siap memompa semangatnya untuk kembali larut dalam lekukan kitab suci alquran ia merasa sangat bersyukur mempunyai sahabat yang selalu optimis. Perlahan jinan mulai merajut semangatnya ia mulai membuka mushaf ungunya jemari lentiknya mulai menjelajahi lembaran alquran kini fikirannya tidak fokus untuk menghafalkan alquran sebab fikirannya yang belum sepenuhnya tenang akan sangat sulit untuk diajak berkonsentrasi,ia berniat membaca surat arrahman surat kasih sayang yang menasehati manusia tentang seringnya manusia mendustakan nikmat tuhan yang ada pada dirinya jinan pun merasa demikian ia merasa apa yang dimilikinya selalu kurang padahal kata teman-temannya ia sudah memiliki segalanya,wajah ayu tingkah terpuji dan anugerah tuhan yang menggerakkan hatinya untuk berusaha menghafalkan alquran kalam Allah yang abadi.sebagai manusia pada umumnya ia selalu ingin sesuatu yang lebih dan lebih sering ia merasa minder pada sosok dirinya hingga suatu ketika ia mendapat pembelajaran berharga dari novel yang dibacanya bahwa “ jangan tanyakan apa yang membuatmu terlihat begitu cantik namun sekali-kali bertanyalah apa yang membuat kekuranganmu terlihat begitu indah” mengingat kata itu hati jinan merasa terenyuh ia merasa kufur nikmat dihadapan tuhan bukankah allah sebaik-baiknya pencipta dan dia mencipta manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,air matanya kembali meleleh segera a saja tangannya menyapu air matanya supaya tidak menetesi mushaf ungunya dengan hembusan nafas dan berucap basmalah ia mulai larut mentadabburi surat arrahman mencari penyejuk hati yang ditawarkan alquran.
Mentari pagi menyeruak diantara dedaunan memberi kehangatan dan mengecup bebuahan agar senantiasa matang menyapa bunga-bunga agar bermekaran mencipta keindahan yang tak lekang dipandang mata embun-embun yang masih bergelantungan menjadi saksi kasih sayang tuhan dalam mencipta keharmonisan, pesantren kala itu sudah mulai menampakkan aktivitasnya hilir mudik santri terjadi di sana-sini dengan balutan busana muslimah yang menyejukkan hati mata-mata ayu dari para gadis yang sedang bermekaran menjadi sedikit bagian dari pancaran keindahan tuhan tiang agama berada dipundak mereka baik buruknya bangsa merekalah yang akan menentukan khususnya dari ilmu Allah yang mereka kais setiap waktu.
“assalamualaikum adik-adik siapa yang bernama jinan ? “saya kak” jawab jinan yang sedang merapikan kitab-kitabnya, panggilan dari kakak pengurus di pagi yang putih telah mengambangkan fikirannya yang penuh tanda tanya sahabat- sahabatnya kompak memandanginya dari sorotan mata ayu mereka tersimpan tanda tanya besar ada apakah gerangan..? “ayo dik cepat kekantor” ucap kakak pengurusnya menyuruh jinan bergegas,dengan langkah yang diliputi tanda tanya besar jinan berdo’a semoga apa yang akan terjadi di kantor bernilai baik baginya amin gumamnya lirih. “adik kok tegang sich. Nggak tidak terjadi kesalahan apa-apa bagimu ini ada surat yang ditujukan padamu semoga isinya baik yach..!” ucap kakak pengurus itu seraya tersenyum, “terima kasih kak” ucap jinan tulus.selesai menerima surat bersampul biru itu perasaan jinan tidak karuan ada tanda tanya dibenaknya sebab surat itu adalah surat pertamanya semenjak dia bermukim di pesantren dengan berucap basmalah jinan merobek amplop biru sampul suratnya hatinya berdebar debar tak menentu apalagi setelah matanya yang indah merangkai huruf-huruf menjadi bacaan “dari mama”
Assalamualaikum wr wb.....
Do’aku mengawali surat ini semoga ananda selalu diberi hidayah dan kesehatan oleh Allah SWT. Jinan anakku...! ada rasa rindu dari mama untuk memelukmu mama rindu pada senyummu,lesung pipitmu dan matamu yang memancar indah,dalam setiap kesempatan do’a mama selalu terucap untukmu apalagi setelah kamu berniat menghafalkan alquran ada rasa haru dan bangga di hati mama nak...! sebab mama tahu betapa mahalnya hidayah Allah untuk mengetuk hati hambanya yang berniat menghafal kalamNYA yang suci mama bangga padamu jinan..! mama bangga telah melahirkanmu nak...! mama tahu tidak mudah menghafal alquran yang suci dibutuhkan kesabaran dan keistiqomahan yang tinggi namun mama yakin dengan berusaha dan berdo’a engkau bisa meraih cita-citamu untuk memegang panji-panji agama dari itu jinan jika rasa lemah menyerangmu isilah jiwamu dengan alquran sebab alquran menawarkan kesejukan pada jiwa dan cintai alquran itu nak sebab dengan mencintai alquran cintamu takkan pernah salah.
Hanya ini yang bisa mama tulis mama sengaja menulis surat untukmu supaya dijadikan motivasi disaat dirimu lemah,jika hanya ucapan mama mungkin dalam waktu sekejap akan segera berlalu bersama angin. Jinan...! do’a mama selalu menyertaimu,salam cinta dari mama yang membanggakanmu.                                                                                                           Wassalamualaikum wr wb.......
Waalaikumsalam jawab jinan lirih surat dari mamanya ia dekap di dadanya matanya mulai berkaca-kaca memendam haru,kata-kata dari mamanya benar-benar merasuki jiwanya kini ia merasa mendapat suntikan semangat baru semangat yang timbul dari do’a dan rasa bangga mamanya, do’a dari orang tua yang selalu mengiringi langkahnya menghafal alquran dan rasa syukur atas karunia Allah yang mengetuk hatinya hingga berniat menjadi hafidzah yang akan membawa panji-panji islam juga sebagai bakti untuk orang-orang tercintanya.


Kamis 10 januari 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar