cinta takkan salah
KU lalui cinta dengan
kenangan ku akan melangkah dengan prinsip diri bahwa aku tak ingin bercinta
sebelum semuanya jelas karena ku tak ingin sakit hati, sambil tersenyum gadis
berlesung pipit itu mengamati keindahan tuhan yang ada pada dirinya matanya yang
indah yang ia hiasi dengan rasa malu dan takdim dan lesung pipitnya yang
menjelma mawar yang bertengger dikedua belah pipinya sambil terus merapikan
kerudnngnya sesekali ia mengerling manja pada bayangan dirinya yang ada di
cermin cermin yang jujur apa adanya tempat mengoreksi diri untuk lebih baik
lagi cernin yang jujur juga menampilkan bayangan jam dinding di belakangnya
melihat jam dinding yang hampir lurus dengan bayangan terbaliknya ia menjadi
semakin bergegas untuk pergi ke mushalla untuk bersiap menyambut maghr ib angin
sore bersemilir mengitari pondoknya mengirim siul angin mengercitkan dahan
dahan yang diterpa juga mengibarkan mukena yang di pakai gadis berlesung pipit
tersebut dan bulu matanya yang lentik tak luput dari belaian angin sore yang tak
ingin ketinggalan menasbihkan cinta pada sosok anggun karya tuhan langkahnya ia
iringi dengan do’a semoga semuanya sehat semooga semuanya lancar semoga
semuanya bahagia dan semoga semuanya mendapat cinta allah hingga memperoleh
hidayahnya amin...
Suara adsan menyeruak
dari menara mesjid memanggil hamba allah untuk sejenak menemui kekasihnya
melepas rindu dan mengingat kebesarannya mencipta alam semesta,gadis itu
menggelar sajadahnya di shaf pertama ia selalu berkomitmen menjadi yanng
terdepan apalagi dalam hal ibadah selesai menggelar sajadahnya ia duduk
bersimpuh menunggu shalat jamaah di mulai sahabat-sahabatnya mulai memenuhi
mushalla dan semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing ada yang berdzikir
dan ada yang mrmbaca alquran ia bingung harus melakukan apa antara keinginan
berdzikir dan berdo’a hingga kemudian sahabat disampingnya menyapanya dengan
senyuman tulus senyuman yang bernilai sedekah sahabatnya itu memberikan
alqurannya pada jinan dia seakan mengerti pada gelagat jinan, shalawat mulai
didendangkan suara-suara merdu meluluhkan hati menyampaikkan salam rindu pad a
baginda rasul yang telah berjasa memijarkan sinar islam ,selesai shalat maghrib
jinan beranjak menuju rak alquran untuk mengambil mushaf kesayangannya yanng
bersampul ungu mushaf sudah di tangannya ia dekap lembut matanya yang indah mengerayapi sudut-sudut
mushalla mencari sahabatnya untuk bersama sama membaca dan menyimak alquran ia
melangkahkan kaki menuju sudut yang ditujunya di situ sahabatnya sudah menunggu
dengan lambaian kecil “susah banget mencarimu fit..!” gadis yang bernama fitri
menjawab dengan candaan kecil “orang berharga memang sulit di cari jinan..!”
keduanya tersenyum akrab memancarkan rona bahagia. “aku duluan yang ngaji ya
fit..! kamu menyimak” permintaan jinan diiyakan dengan anggukan fitri kedua
sahabat itu mulai larut menyelami samudera alquran yang penuh hikmah kitab
abadi yang di anugerahkan Allah untuk rasul terakhirnya kitab yang di baca
jutaan manusia dalam satu versi dan satu-satunya kitab yang banyak dihafal
ummat manusia, jinan dan fitri kedua sahabat karib yang sama-sama berusaha
menghafalkan alquran keduanya ingin menjadi hamba Allah yang membawa
panji-panji agama dengan hafalan alqurannya juga ingin memberi pengabdian pada
orang tuanya dengan cucuran syafaat alquran,”jinan..! hafalanmu bagus” puji
fitri usai menyimak hafalan jinan yang lancar dan fasih “alhamdulillah kalau
begitu fit..! tidak sia-sia aku berusaha mati-matian he he “ senyuman jinan
yang diikuti lesung pipitnya menyiratkan kebahagiaan pada rona wajahnya fitri
yang di senyuminya merasa gemas melihat kecantikan sahabatnya dalam hatinya ia
bergumam “ indah sekali perpaduan kecantikan yang di milikimu jinan engkau
tidak hanya di anugrahi kecantikan rupa tapi juga hati yang mulia hati yang
selalu berkomitmen menjadikan alquran sebagai pedoman” melihat gelagat aneh
sahabatnya jinan mengibakkan tangannya di depan mata fitri “hei kok ngelamun
fi...!” fitri yang segera tersadar menjadi salah tingkah di hadapan jinan
“ngelamunin apa tanya jinan sambil menepuk pundak sahabatnya” tanya jinan
dijawab dengan senyuman “ tak ada jinan aku hanya kagum pada kefasihanmu , ya
udah sekarang giliranku yach..! oke jawab jinan dengan kerlingan manjanya.
Di saat mata-mata banyak
yang terpejam berselimut malam saat itulah waktu yang pas untuk menambah
hafalan bagi para hafidzah seperti jinan dan fitri ketika kesunyian malam menina
bobokkan mata kedua sahabat itu mulai larut dengan alqurannya berusaha
melekatkan kalam suci pada otak manusianya yang selalu berdosa, rasa kantuk
yang menghinggapi sekuat mungkin dilawannya demi cinta,cinta yang akan ia
banggakan dihadapan tuhannya cinta yang akan ia haturkan pada orang tuanya
sebagai sedikit balas budi atas cinta ibu yang takkan mungkin bisa terbalaskan,
kesunyian malam menjadi saat-saat terindah bagi para pencinta saat dimana kasih
tuhan lebih diulurkan pintu taubat di benntangkan dan kemustajaban do’a di
tawarkan tak terasa kristal-kristal air mata bercucuran di mushaf ungunya mata
indahnya telah berair mengaliri lesung pipitnya tangannya segera menutup
mushafnya agar tidak basah sedangkan air matanya semakin deras mengalir entah apa
yang dirasakan gadis berlesung pipit itu ia semakin mengalirkan air matanya
didepan sajadahnya bersimpuh dan sesegukan seakan-akan ada beban berat yang
harus dihadapinya malam sunyi seakan ia labuhi dengan perasaan yang entah
didirinya kini tak ada pilihan lain kecuali menangis, sedangkan fitri yang
mengambil posisi agak jauh telinganya
mendengar suara sesegukan jinan beberapa kali ia menoleh memastikan apa yang ia
dengar dan ketika tangisan itu terus menjadi-jadi naluriahnya segera menyuruh
untuk menghampirinya takut-takut ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya.usapan
lembut yang datang meyapanya membuat jinan semakin menangis fitri tidak tega
melihat buliran air mata sahabatnya serta merta ia memeluknya mengusap
punggungnya dan berusaha menguatkannya dengan kata-kata sabar hanya kata-kata
itu yang ia punyai sebab dibenaknya ia masih belum paham tentang apa yang
membuat sahabatnya menangis, “jinan...! ada apa denganmu ? jika ada masalah
tolong diceritakan “ ucap fitri seraya mengusap air mata sahabatnya ‘”kamu
sakit.? Jina hanya menggelengkan kepalanya, terus kenapa donk ? kangen pada
orang tuanya ya ? jinan kembali menggeleng, “ fit..! ucapnya dengan suara parau
aku tidak sanggup, tidak sanggup kenapa jinan..! tanya fitri penasaran, aku
tidak sanggup melanjutkan hafalanku aku merasa terlalu sulit untuk melekatkan
alquran di kepalaku dan aku merasa alquran ini terlalu mulya untukku yang serba
berdosa, aku, aku, sssttttt fitri meletakkan telunjuknya di mulut jinan sambil kembali memeluknya dia berkata “ jangan
bicara seperti itu sahabatku di dunia ini tidak ada yang mudah namun juga tida
ada hal yang tidak mungkin di hadapan
tuhan ingat jinan di balik kesulitan itu
ada kemudahan mungkin tuhan saat ini sedang mengujimu untuk melatih
kesabaranmu,kalau bicara dosa itu sudah kodrat manusia untuk melakukannya
bukankah kasih sayang tuhan mendahului siksanya..! asal mau bertaubat tuhan
akan mengampuni dan bagi yang bertaubat seperti tidak ada dosa baginya sabar
ya..! kita berusaha bersama-sama ya.jinan tersenyum kecut mendengar nasehat sahabatnya
baginya fitri adalah motivator yang siap memompa semangatnya untuk kembali
larut dalam lekukan kitab suci alquran ia merasa sangat bersyukur mempunyai
sahabat yang selalu optimis. Perlahan jinan mulai merajut semangatnya ia mulai
membuka mushaf ungunya jemari lentiknya mulai menjelajahi lembaran alquran kini
fikirannya tidak fokus untuk menghafalkan alquran sebab fikirannya yang belum
sepenuhnya tenang akan sangat sulit untuk diajak berkonsentrasi,ia berniat
membaca surat arrahman surat kasih sayang yang menasehati manusia tentang
seringnya manusia mendustakan nikmat tuhan yang ada pada dirinya jinan pun
merasa demikian ia merasa apa yang dimilikinya selalu kurang padahal kata
teman-temannya ia sudah memiliki segalanya,wajah ayu tingkah terpuji dan
anugerah tuhan yang menggerakkan hatinya untuk berusaha menghafalkan alquran
kalam Allah yang abadi.sebagai manusia pada umumnya ia selalu ingin sesuatu
yang lebih dan lebih sering ia merasa minder pada sosok dirinya hingga suatu
ketika ia mendapat pembelajaran berharga dari novel yang dibacanya bahwa “
jangan tanyakan apa yang membuatmu terlihat begitu cantik namun sekali-kali
bertanyalah apa yang membuat kekuranganmu terlihat begitu indah” mengingat kata
itu hati jinan merasa terenyuh ia merasa kufur nikmat dihadapan tuhan bukankah
allah sebaik-baiknya pencipta dan dia mencipta manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya,air matanya kembali meleleh segera a saja tangannya menyapu air
matanya supaya tidak menetesi mushaf ungunya dengan hembusan nafas dan berucap
basmalah ia mulai larut mentadabburi surat arrahman mencari penyejuk hati yang
ditawarkan alquran.
Mentari pagi menyeruak
diantara dedaunan memberi kehangatan dan mengecup bebuahan agar senantiasa
matang menyapa bunga-bunga agar bermekaran mencipta keindahan yang tak lekang
dipandang mata embun-embun yang masih bergelantungan menjadi saksi kasih sayang
tuhan dalam mencipta keharmonisan, pesantren kala itu sudah mulai menampakkan
aktivitasnya hilir mudik santri terjadi di sana-sini dengan balutan busana
muslimah yang menyejukkan hati mata-mata ayu dari para gadis yang sedang
bermekaran menjadi sedikit bagian dari pancaran keindahan tuhan tiang agama
berada dipundak mereka baik buruknya bangsa merekalah yang akan menentukan khususnya
dari ilmu Allah yang mereka kais setiap waktu.
“assalamualaikum
adik-adik siapa yang bernama jinan ? “saya kak” jawab jinan yang sedang
merapikan kitab-kitabnya, panggilan dari kakak pengurus di pagi yang putih
telah mengambangkan fikirannya yang penuh tanda tanya sahabat- sahabatnya
kompak memandanginya dari sorotan mata ayu mereka tersimpan tanda tanya besar
ada apakah gerangan..? “ayo dik cepat kekantor” ucap kakak pengurusnya menyuruh
jinan bergegas,dengan langkah yang diliputi tanda tanya besar jinan berdo’a
semoga apa yang akan terjadi di kantor bernilai baik baginya amin gumamnya
lirih. “adik kok tegang sich. Nggak tidak terjadi kesalahan apa-apa bagimu ini
ada surat yang ditujukan padamu semoga isinya baik yach..!” ucap kakak pengurus
itu seraya tersenyum, “terima kasih kak” ucap jinan tulus.selesai menerima
surat bersampul biru itu perasaan jinan tidak karuan ada tanda tanya dibenaknya
sebab surat itu adalah surat pertamanya semenjak dia bermukim di pesantren
dengan berucap basmalah jinan merobek amplop biru sampul suratnya hatinya
berdebar debar tak menentu apalagi setelah matanya yang indah merangkai
huruf-huruf menjadi bacaan “dari mama”
Assalamualaikum wr wb.....
Do’aku mengawali surat ini semoga
ananda selalu diberi hidayah dan kesehatan oleh Allah SWT. Jinan anakku...! ada
rasa rindu dari mama untuk memelukmu mama rindu pada senyummu,lesung pipitmu
dan matamu yang memancar indah,dalam setiap kesempatan do’a mama selalu terucap
untukmu apalagi setelah kamu berniat menghafalkan alquran ada rasa haru dan
bangga di hati mama nak...! sebab mama tahu betapa mahalnya hidayah Allah untuk
mengetuk hati hambanya yang berniat menghafal kalamNYA yang suci mama bangga
padamu jinan..! mama bangga telah melahirkanmu nak...! mama tahu tidak mudah
menghafal alquran yang suci dibutuhkan kesabaran dan keistiqomahan yang tinggi
namun mama yakin dengan berusaha dan berdo’a engkau bisa meraih cita-citamu
untuk memegang panji-panji agama dari itu jinan jika rasa lemah menyerangmu
isilah jiwamu dengan alquran sebab alquran menawarkan kesejukan pada jiwa dan
cintai alquran itu nak sebab dengan mencintai alquran cintamu takkan pernah
salah.
Hanya ini yang bisa mama tulis mama
sengaja menulis surat untukmu supaya dijadikan motivasi disaat dirimu
lemah,jika hanya ucapan mama mungkin dalam waktu sekejap akan segera berlalu
bersama angin. Jinan...! do’a mama selalu menyertaimu,salam cinta dari mama
yang membanggakanmu. Wassalamualaikum
wr wb.......
Waalaikumsalam jawab
jinan lirih surat dari mamanya ia dekap di dadanya matanya mulai berkaca-kaca
memendam haru,kata-kata dari mamanya benar-benar merasuki jiwanya kini ia
merasa mendapat suntikan semangat baru semangat yang timbul dari do’a dan rasa
bangga mamanya, do’a dari orang tua yang selalu mengiringi langkahnya menghafal
alquran dan rasa syukur atas karunia Allah yang mengetuk hatinya hingga berniat
menjadi hafidzah yang akan membawa panji-panji islam juga sebagai bakti untuk
orang-orang tercintanya.
Kamis 10 januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar